Minggu, 24 Desember 2017

Bila telah datang harinya

Poros kata

Bila telah datang harinya
Kau menambatkan hidupmu pada hidup orang lain
Aku hanya bisa mengenangmu
dalam hening yang takzim
Layaknya orang alim tak lagi mengharapkan hamparan dunia
Karena bagiku dunia telah tiada

Aku akan hancur berserakan
Memenuhi jalanan aspal yang basah
Menghalang-halangi hidup untuk berjalan lebih jauh
Tapi hidup adalah rentetan takdir yang tak mengenal rasa simpati
Ia menggerus diriku sekalipun tahu bahwa jiwaku telah mati

Kasih sayang dan cinta
Tidak akan lagi sama artinya setelah itu semua
Pagi hari tak lagi menarik
Karena ruang-ruang menjadi terlalu sempit untuk bernafas
Udara menjadi kian sesak berwarna asing memenuhi dinding paru-paru yang hitam
Angin begitu kering menerpa wajah
Sinar matahari jatuh bagai anak panah menerjang seluruh tubuhku yang gontai

Sesekali aku menatap langit
Melihat ratusan anak panah siap terlepas dari busur takdirku
Kurebahkan tubuh di atas permadani yang menipis
Sembari berbisik pada angin yang menyelinap di belakang rambut
Aku ingin tidak pernah menyapamu waktu itu

Kamis, 14 Desember 2017

Tunggu

Poros kata

Biar aku bermakam
Di lesung dua pipimu
Seperti layar kapal
Makamnya adalah samudera
Biarkan jiwaku tenggelam
Di pusaran lesung itu

Biar aku bernaung
Di lengkung dua alismu
Seperti lengan ibu
Hangatnya adalah dunia
Biarkan sukmaku moksa
Ke dalam rangkulan jiwamu

Maka saat aku pergi
Tunggulah seperti suar kereta api
Memasuki peron peron
Selalu ada ruang sabar
Di antrian panjang perjalanan
Tunggulah,
Tunggulah,
Tunggu dan bersabarlah

Minggu, 03 Desember 2017

Lesung

Poros kata

Lesung di pipi
adalah kegagalan yang paling aku sukai
Ia menjelma jadi makam
yang setiap hari aku ziarahi

Doa doa dirapalkan
Melayang layang dibawa angin
seperti takdir mempermainkan seseorang;
Tak jelas.

Nasihat selalu berkata
Layaknya gaji ke-13
Setiap doa pasti terkabul walau kadang ditunda.
Membubarkan antrian di anjungan tunai.
Membuat sepi pedagang kelontongan.
Tetapi ia akan terkabul
Maka manusia selalu berdoa

Lesung di pipi
adalah alasan untuk mencintai kegagalan
Tidak ada keberhasilan tanpa usaha
Tidak ada usaha tanpa modal dan laba

Untuk itu aku berdoa
Di makam lesung pipi mu
Amin.

Selasa, 28 November 2017

Semua anak kalimat

Poros kata
Semua anak kalimat yang ku tulis,
Menjadi asing dan kehilangan makna.

Padahal,
Seperti halnya anak manusia
Semua anak kalimat punya cita-cita.
Anak kalimat ingin;
Menjadi kata kata
Menjadi frasa frasa
Menjadi alinea alinea
Menjadi cerita cerita.

Lalu setelah kau tau itu semua,
Adakah yang lebih buruk lagi dari
menjadi asing dan kehilangan makna? 

Kurasa tidak.
 
  

Minggu, 22 Oktober 2017

Poros kata

Poros kata

Bumi berputar pada porosnya.

Kata dan kalimatku berputar pada kemungkinan-kemungkinan.

Diberdayakan oleh Blogger.