Tampilkan postingan dengan label Sajak dan Sastra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sajak dan Sastra. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Mei 2013

Tulislah

Poros kata
Tulislah,
Agar kita mengetahui kapan dan bagaimana
suatu peristiwa terjadi dalam ingatan kita

Tulislah,
Agar kita mengetahui manfaat yang telah kita lakukan,
karena memang manfaatlah yang menjadi
indikator kebaikan manusia

-AF-

*Diambil dari Catatan Try

Kamis, 31 Januari 2013

Melalui Pena

Poros kata

Dari seorang Darwis Tere Liye. Pemikirannya sederhana, tapi memukau. Andai semua tulisan-tulisan ini bisa bermanfaat, sesungguhnya itu semua dari-Nya. Dari Yang Maha Berkata, Yang Maha Segalanya

*Melalui pena 

Berapa banyak yang bisa dituliskan manusia? Gunakan seluruh pulpen, spidol, pensil, kapur, gunakan semuanya. Pakai semua kertas, daun, kulit, dinding, pasir, pakai semuanya. Berapa banyak yang bisa kita tulis? Segunung tulisan? Atau berpuluh2 gunung tulisan? 

Tidak cukup, maka mari gunakan hard disk, tuliskan di layar komputer, laptop, dan berbagai gagdet lainnya, simpan dalam memory komputer paling canggih. Tuliskan semuanya. Berapa banyak yang bisa manusia tulis? Ber-tera-tera byte? 

Berapa banyak yang bisa ditulis manusia? Tahun-tahun lalu, mungkin tidak kurang trilyunan tweet berlalu lalang di dunia maya. Mungkin juga tidak kurang ber trilyun SMS melintas di langit-langit percakapan, tuliskan semuanya.  

Berapa banyak yang bisa ditulis manusia? Pernah dan akan ditulis hingga akhir jaman? Banyak? Maka kalaupun banyak, berapa yang bisa disimpan dan tetap abadi? Tidak seperti SMS yang melintas begitu saja, hilang.

Saya tidak tahu jawabannya.  

Tapi sungguh, sebanyak apapun yang manusia pernah tulis, masih kecil saja dibandingkan tulisan dari maha pencipta. Dengarlah kalimat itu, kalimat yang amat mengagumkan. Dan sungguh, seandainya pohon-pohon di bumi dijadikan pena dan laut dijadikan tinta, lantas ditambahkan lagi tujuh laut sesudah keringnya, niscaya tidak akan habis-habisnya dituliskan kalimat Allah. 

Berapa banyak yang bisa manusia tulis? Kita ini 'bodoh', Allah lah yang mengajarkan kita melalui perantara pena. Maka sungguh, beruntunglah orang2 yang senantiasa suka membaca.

Minggu, 11 November 2012

Waktu

Poros kata

Untung ada Tuhan yang senantiasa memberikan pengertian jika keadaan tak sesuai dengan pengharapan. Berjalanlah wahai takdir, dari gelap menuju terang. Biar duri menjadi teman perjalanan. Biar tegar semakin dekat, semakin mengisi. Dan waktu kian melaju

Jumat, 31 Agustus 2012

Sebuah tanya

Poros kata
Akhirnya semua akan tiba pada suatu hari yang biasa
Pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui
Apakah kau masih selembut dahulu
Memintaku minum susu dan tidur yang lelap
Sambil membenarkan letak leher kemejaku


Kabut tipis pun turun pelan pelan di Lembah Kasih,
Lembah Mandalawangi..
Kau dan aku tegak berdiri
Melihat hutan-hutan yang menjadi suram
Meresapi belaian angin yang menjadi dingin


Apakah kau masih membelaiku semesra dahulu
Ketika kudekap
Kau dekaplah lebih mesra
Lebih dekat

Apakah kau masih akan berkata
'Kudengar detak jantungmu'


Kita begitu berbeda dalam semua,
Kecuali dalam cinta


Beberapa bait puisi, dalam Sebuah Tanya - Soe Hok Gie.

Catatan : Minggu ini saya harus menunda kembali pendakian ke Gunung Gede karena jalur pendakian kembali ditutup, diperpanjang hingga akhir September. 

Diberdayakan oleh Blogger.